PERIODE KH. ALI MAKSUM
Saat KH. Ali Maksum Menjadi Pengasuh
Pada periode ini, pondok pesantren Al-Munawwir mengalami perkembangan yang semakin pesat. Dalam menangani pondok pesantren ini beliau dibantu oleh adik-adik ipar beliau serta para santri senior. Periode ini tetap berlangsng sebagaimana biasanya, untuk santri laki-laki pelaksanaan pengajian diselenggarakan di aula AB yang dipimpin oleh KH. Ahmad Munawwir. Sedangkan untuk putri berada di komplek Nurussalam yamg dipimpin oleh Nyai Hj. Hasyimah Ali Maksum.
Sedangkan pendidikan dan pengajaran kitab kuning mulai berkembang sehingga pengajaran yang bersifat klasikal bertambah, yaitu:
> Madrasah Tsanawiyah 3 tahun untuk putra (1978 M.)
> Madrasah Aliyah 3 tahun untuk putra (1978 M.)
> Madrasah Tahassus Bahasa Arab dan Syari’ah
> Madrasah Tsanawiyyah untuk putri (1987 M.)
> Madrasah Aliyah untuk putri (1987 M.)
Kemudian terbentuk juga Majlis Ta’lim yang diselenggarakan oleh pesantren Al-Munawwir pada periode ini dan menjadi cikal bakal berdirinya Al-Ma’had Al-‘Aly Al-Munawwir.
MASA KH. ZAINAL ABIDIN MUNAWWIR
Pada periode ini pondok pesantren Al-Munawwir mengalami kemajuan yang sangat pesat. Di samping jumlah santri semakin bertambah, dinamika intern juga menunjukkan suatu kemajuan dengan tetap berpedoman pada tradisi salaf. Sebagaimana berhasil didirikannya lembaga-lembaga pendidikan yaitu: Madrasah Huffadz I dan II, Madrasah Salafiyah I-V, perguruan tinggi ilmu salaf Al-Ma’had Al-‘Aly, Majlis Ta’lim dan Majlis Masyayikh.
Dalam mengelola dan mengembangkan pondok pesantren Al-Munawwir, KH. Zainal Abidin dibantu oleh kakak, adik, dan keponakan keponakan beliau dengan menangani pendidikan sendiri-sendiri, yaitu:
> KH. Zaini Munawwir (Al Quran)
> KH. Dalhar Munawwir (kitab dan Madrasah)
> KH. Ahmad Warson Munawwir (kitab dan Madrasah)
> KH. Ahmad Munawwir (Al Quran)
> KH. R. M. Najib ‘Abdul Qodir (Al Quran)
> KH. Masyhuri Aly Umar (kitab dan Madrasah)
> KH. Abdul Hafidz Abdul Qodir (Al Quran)
Pada periode ini, pondok pesantren Al-Munawwir mengalami perkembangan yang semakin pesat. Dalam menangani pondok pesantren ini beliau dibantu oleh adik-adik ipar beliau serta para santri senior. Periode ini tetap berlangsng sebagaimana biasanya, untuk santri laki-laki pelaksanaan pengajian diselenggarakan di aula AB yang dipimpin oleh KH. Ahmad Munawwir. Sedangkan untuk putri berada di komplek Nurussalam yamg dipimpin oleh Nyai Hj. Hasyimah Ali Maksum.
Sedangkan pendidikan dan pengajaran kitab kuning mulai berkembang sehingga pengajaran yang bersifat klasikal bertambah, yaitu:
> Madrasah Tsanawiyah 3 tahun untuk putra (1978 M.)
> Madrasah Aliyah 3 tahun untuk putra (1978 M.)
> Madrasah Tahassus Bahasa Arab dan Syari’ah
> Madrasah Tsanawiyyah untuk putri (1987 M.)
> Madrasah Aliyah untuk putri (1987 M.)
Kemudian terbentuk juga Majlis Ta’lim yang diselenggarakan oleh pesantren Al-Munawwir pada periode ini dan menjadi cikal bakal berdirinya Al-Ma’had Al-‘Aly Al-Munawwir.
MASA KH. ZAINAL ABIDIN MUNAWWIR
Pada periode ini pondok pesantren Al-Munawwir mengalami kemajuan yang sangat pesat. Di samping jumlah santri semakin bertambah, dinamika intern juga menunjukkan suatu kemajuan dengan tetap berpedoman pada tradisi salaf. Sebagaimana berhasil didirikannya lembaga-lembaga pendidikan yaitu: Madrasah Huffadz I dan II, Madrasah Salafiyah I-V, perguruan tinggi ilmu salaf Al-Ma’had Al-‘Aly, Majlis Ta’lim dan Majlis Masyayikh.
Dalam mengelola dan mengembangkan pondok pesantren Al-Munawwir, KH. Zainal Abidin dibantu oleh kakak, adik, dan keponakan keponakan beliau dengan menangani pendidikan sendiri-sendiri, yaitu:
> KH. Zaini Munawwir (Al Quran)
> KH. Dalhar Munawwir (kitab dan Madrasah)
> KH. Ahmad Warson Munawwir (kitab dan Madrasah)
> KH. Ahmad Munawwir (Al Quran)
> KH. R. M. Najib ‘Abdul Qodir (Al Quran)
> KH. Masyhuri Aly Umar (kitab dan Madrasah)
> KH. Abdul Hafidz Abdul Qodir (Al Quran)
Comments
Post a Comment